Rencana Anggaran Biaya atau RAB merupakan dasar awal untuk memulai proyek desain interior rumah. RAB ini yang nantinya akan menjadi panduan untuk mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian pekerjaan. Bahkan RAB juga bisa meminimalisir potensi kelebihan kebutuhan (over cost) yang bisa berakibat pemilik rumah harus mengeluarkan ekstra dana.
Bagi perusahaan desain interior yang profesional, biasanya RAB disertai juga dengan jadwal yang spesifik misalnya kapan harus membeli cat, kapan harus membayar tukang, kapan harus membeli material dan lain-lain. Kalau proyek ini membutuhkan waktu bulanan, maka biaya per minggu akan di-break down sehingga pemilik rumah bisa mengalokasikan dana dan mengantisipasi jika kekurangan.
Salah satu penyebab kenapa terjadi pengeluaran yang melebihi rencana anggaran biaya disebabkan karena tidak adanya rincian pengeluaran harian atau mingguan sehingga tidak bisa diantisipasi kekurangan-kekurangannya.
Apa Saja yang Harus Dihitung Saat Membuat RAB?
Biasanya RAB akan diajukan oleh perusahaan desain interior yang telah ditunjuk atau direkomendasikan untuk dijadikan kontraktor desain interior. Namun sebelumnya pemilik rumah bisa juga menyusun anggaran untuk kemudian dikomparasikan dari konsultan yang telah ditunjuk.
Maka langkah pertama untuk membuat RAB tersebut adalah mengukur luas ruangan yang akan didesain. Tentukan dulu bahan-bahan material yang akan digunakan, misalnya kayu, HVL, Tacon, Melamix, Supercon/PVC, Ducco dan sebagainya. Setiap bahan memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Kenali dulu bahan bangunan rumah itu sendiri apakah terbuat dari bata merah, bata ringan atau batako. Karena masing-masing juga memiliki karakter yang berbeda. Jangan sampai menggunakan material dengan bobot yang berat untuk diaplikasikan pada dinding rumah yang menggunakan bata ringan. Dampak jangka panjangnya bisa merusak tembok itu sendiri.
Setelah menentukan bahan-bahannya, mulai memperinci dekorasi dan ornamen-ornamennya. Jika konsep yang diangkat adalah vintage, maka ornamen dan dekorasinya juga harus disesuaikan. Demikian pula jika mengusung konsep industrial, sesuaikan dengan pilihan dekornya. Jangan sampai bertabrakan antara konsep dengan ornament. Lalu mulai dihitung berapa item dekorasi dan pernak pernik yang dibutuhkan pada setiap ruangan. Setelah itu, carilah harga masing-masing item tersebut di berbagai tempat. Bisa juga melalui internet. Kalau sudah dapat, baru dihitung jumlah total biaya yang dibutuhkan untuk membelinya.
Bandingkan RAB Anda
Kalau sudah memiliki RAB versi sendiri, maka langkah selanjutnya mulailah minta RAB versi konsultan. Biasanya RAB yang dibuat konsultan lebih mahal dari yang dibuat sendiri karena ada biaya gambar profesional, biaya survey, dan sebagainya. RAB buatan sendiri adalah acuan dasar bahwa pemilik rumah harus mengalokasikan dana minimal sesuai dengan RAB buatannya.
Jadi jangan berharap untuk menekan anggaran lebih kecil jika tetap ingin konsep interior rumahnya bisa diaplikasikan. Apalagi berharap konsultan interior bisa menekan anggaran lebih rendah dari RAB manual tersebut. Jika ternyata biayanya beda jauh dengan buatan sendiri, maka diskusikan dengan kontraktor tersebut apakah dengan anggaran yang dimiliki saat ini bisa membuat interior rumah sesuai dengan yang digambar oleh designer tersebut.
Jika tidak, masih bisa ditekan harganya melalui pengurangan jumlah item ornamen, menggunakan material yang lebih murah, atau bahkan bernegosiasi dengan perusahaan jasa interior tersebut. Kalaupun masih tidak bisa, maka langkah selanjutnya adalah merubah konsep yang lebih minimalis. Jangan lupa, bahwa rumah minimalis pun masih bisa terlihat manis. Bahkan sekarang ini tren rumah minimalis juga cukup tinggi. Terbukti banyak pengembang perumahan menawarkan rumah-rumah tipe minimalis.
Article ini telah terbit di digiantara.id pada 24/02/2022
